Selasa, 22 Desember 2020

DITERROR GENDERUWO

 

    Cerita ini berawal ditahun 2008 tepatnya saat aku duduk dibangku kelas 6 SD.

    Saat itu dimalam hari sekitar jam 9 malam, dimana aku sedang berada dikamarku sedang bersantai. Tiba-tiba saja ada suara seseorang sedang mengetuk pintu didepan rumahku. Sebelum membuka pintu aku mengecek terlebih dahulu dijendela kamarku, dimana kamarku ini posisinya disebelah ruang tamu yang otomatis berada didepan untuk sebuah rumah. Saat aku mengecek lewat jendela kamarku, aku tidak melihat siapa-siapa yang ada didepan rumah, tapi aku masih tidak merasa ada yang aneh karena mungkin didepan rumahku itu tidak ada lampu penerangan makanya aku tidak dapat melihat orang yang ada didepan rumah. Karena suara ketukan itu berhenti dan tidak ada suara seseorang yang mengucapkan salam kalau seseorang sedang bertamu kerumah orang aku tidak beranjak keluar kamar dan membuka pintu. 

    Selang beberapa waktu suara ketukan itu kembali lagi, dan aku pun beranjak lalu membuka pintu. Akan tetapi . . . saat aku membuka pintu tidak ada orang sama sekali alias sepi. Aku menengok kedepan kesamping tidak ada juga kendaraan yang terparkir. Disitu aku mencoba menenangkan diri dan mencoba berfikir ini cuma halusinasiku saja (O iya, rumahku itu berada ditengah perkampungan dan disekitar rumahku masih sangat jarang rumah, kalaupun ada rumah jaraknya sekitar 10 sampai 15 meter dan juga masih jarang ada lampu jalan jadi sangat gelap dan sangat hening). Dan dengan tenang aku menutup pintu dan kembali kekamar.

    Dihari berikutnya . . . suara itu muncul lagi, dan aku pun masih melakukan hal yang sama yaitu membuka pintu. Hingga pada akhirnya aku mencoba membiarkan suara itu dan diluar dugaan. . . . suara itu selalu ada hanya berhenti beberapa menit kemudian muncul lagi suara itu, sampai nenekku menanyakan siapa yang mengetuk pintu? lalu aku pun menjawab gak tau, dan anehnya suara ketukan itu berhenti setelah nenenkku bertanya itu.

    Entah sudah berapa hari aku diganggu dengan suara ketukan itu, aku pun mulai membiasakan diri dengan suara-suara itu. Akan tetapi tiba-tiba saja setiap setelah kejadian ketukan pintu itu dan tidak aku merespon, seketika ada suara dari atas rumah dimana suara itu seperti batu kerikil yang mengenai genteng rumah. Disitu aku mulai takut karena merasa ada yang aneh. Aku mencoba berfikir logis mulai dari malam itu tidak ada angin sehingga mustahil ada benda yang terbang lalu jatuh kegenteng rumah. Tapi kalaupun misal ada tidak mungkin benda itu jatuh terus terusan karena suaranya itu berhenti sebentar kemudian muncul lagi seperti seseorang sedang melempari genteng rumah. Mencoba untuk tetap tenang akupun memilih untuk tidur dan menunggu hari berikutnya apakah itu hanya orang iseng atau emang aku diisengin sama yang tak kasap mata. Tapi ternyata . . . kejadian itu terus berulang setiap malam dan kadang disertai dengan bau ubi dibakar.

    Aku tidak tau lagi harus berbuat apa karena kejadian itu berlangsung cukup lama dan pada akhirnya kejadian itu menghilang. Aku tidak tau kenapa itu menghilang disebabkan oleh apa yang pasti setelah berakhirnya kejadian itu aku sangat tenang dan tidur dengan nyenyak.

    Selang 2 tahun sejak kejadian itu, tepatnya kelas 2 smp aku memiliki teman yang mengerti tentang hal mistis, disitu aku menceritakan kejadian yang aku alami saat itu, ternyata kata temanku itu adalah Genderuwo. Untuk memastikan yang dikatakan temanku akupun mencari informasi di internet dimana ciri kejadian yang kualami ternyata memang Genderuwo.

    Mungkin itu cerita yang bisa aku bagikan kepada teman-teman pembaca yang suka cerita horror, barangkali ada dari kalian yang juga diganggu dengan kejadian seperti yang aku alami yang mana itu gangguan dari sosok genderuwo

    

2 komentar:

KETEMU HANTU PERI

       Cerita ini terjadi pada tahun 2010 . . .      Pada hari sabtu malam, tepatnya setelah magrib aku pergi kerumah saudaraku yang mana ma...